Monday, 4 May 2015

Life

Pernah gak sih kamu, ngerasa hidupmu terlalu palsu. Kamu bisa aja ketawa dengan riang, pergi kesana kemari sama temen-temen, seolah gaada apapun yang terjadi.
Sementara setelah sampai di rumah, saat sendiri, kamu larut lagi dalam sedih.

Pernah gak sih kamu, ketika lagi melamun menyetir motor atau mobil, bicara dengan dirimu sendiri, apasih yang sebenarnya lagi kamu perjuangkan? Untuk siapa? Apa tujuannya?

Pernah gak sih kamu, capek sama hidup. Capek untuk selalu mengabaikan perasaan sendiri dan terlalu takut menyakiti perasaan yang lain. Sementara gak ada satupun yang berusaha mengerti perasaanmu.

Pernah gak sih kamu, ingin punya seorang sahabat. Seorang saja. Yang dia bisa mengerti kamu seutuhnya, yang bisa paham, yang tau apa yang kamu rasa tanpa harus cerita.
Karena terkadang terlalu lelah untuk mengulang sesuatu yang pahit.
Karena kadang kita hanya butuh pelukan dan kata-kata "aku disini".
Karena kadang kita sadar orang-orang hanya penasaran, bukan benar-benar peduli.

Mungkin memang hanya Tuhan yang seutuhnya mengerti.
Yang seutuhnya memeluk dan selalu ada, tanpa diminta.
Yang selalu menerima lagi, sebanyak apapun salah yang telah dibuat.
Yang selalu menyediakan rumah, untuk kita pulang.
Yang selalu menanti, untuk kita kembali.

No comments:

Post a Comment