Thursday, 31 December 2015

Enam Bulan Pertama...

Hellooo, ini udah hari terakhir di tahun 2015 ya. Gak kerasa banget.
Gak kerasa juga, semester satu berhasil aku lewatin walaupun banyak banget penyesuaian di tempat menimba ilmuku yang baru ini.
Rasanya sih antara seneng tapi sedih juga. Seneng soalnya bisa gitu ternyata melewati dan menjalani hari-hari di FKG sampe setengah tahun. Semoga ae betah sampe ntar jadi dokter gigi ya. doain :')
Seneng juga karena semester satu berhasil aku lewatin dengan baik, seenggaknya menurut diriku sendiri sih.
Aku ngerasa antara SMA dan kuliah itu beda banget gaes. Dulu ya, waktu SMA tuh mau ujian gak belajar atau gak niat belajar aja masih bisa dapet nilai yang seenggaknya pas rata-rata kelas lah. Lah setelah kuliah, aku ngerasa semuanya beda banget. Kamu sama sekali gak bisa survive di sini kalau kamu gak mau susah-susah belajar setiap hari (walaupun aku juga gak belajar tiap hari sih :p)
Tapi yang jelas ya, kalo kamu sampe gak belajar sebelum ujian atau pretest, siap-siap aja inhal atau remidi atau yang paling parah ya ngulang matkul :')
It's okey sih, dengan term orang-orangnya yang kayak gini, bikin aku lebih termotivasi lagi buat rajin belajar. Mungkin karena temen-temenku kebanyakan anak-anak rantau dan mereka pasti udah punya tujuan hidup yang jelas gitu lah disini mau ngapain. Jadinya mereka lebih gencer belajarnya.
Kadang kalo ngeliat temen-temenku yang ngekos gitu, jadi pengen ngekos juga tauuu u.u
Kayaknya asik gitu lho bisa ngatur keuangan sendiri, bisa mandiri gitu. Istilahnya kalo kayak aku gini kan belom kepepet gitu. Duit abis, ya tinggal minta lagi sama ortu. Mau makan aja masih dimasakin sama bunda gaes :')
Tapi yaudahlah, kadang kasian juga kalo ngeliat temen-temen kampus pada homesick, kangen masakan mamanya, kangen suasana rumahnya sampe nangis-nangis gitu bikin aku ngerasa bersyukur juga. Yah setiap orang kan punya jalan masing-masing yaaaa. Jadi syukuri saja.
Terus nih, aku juga seneng soalnya di semester dua bakal ketemu sama praktikum TKG huehehehe. Jadi berasa mahasiswa FKG beneran gitu lho kalo udah bawa alat-alat lab gigi ke kampus :')

Tapi sedihnya, aku ngerasa belum maksimal menjalani semester satu-ku disini. Rasa males itu masih sering banget dateng, dan kalo udah gitu aku jadi gak semangat belajar. Belom lagi godaan hape nganggur kalo lagi belajar, pasti bikin pengen buka dan akhirnya malah gak jadi belajar :'(
Terus, aku juga kadang sering bolos kalo misal dosen matkul tersebut gak memasukkan presensi sebagai standar penilaian. Nah kan masih score oriented banget :(
Ini nih yang pengen aku rubah di semester-semester selanjutnya. Mumpung belum terlambat, mumpung masih tahun pertama. Ndak nanti nyesel kalo berubahnya pas udah semester akhir-akhir :')
Aku pengen perjuanganku disini bukan sekedar nyari nilai dan IPK aja, tapi lebih ke nyari ilmu dan penerapannya nanti. Soalnya percuma, kalo IPK tinggi tapi disuruh ngadepin pasien gakuku ganana. Ntar dikira jadi dokter gigi pake ijazah palsu kan repot :')

Lah maap ya malah jadi ngelantur gini ngomongnya. Nah sekarang aku lagi deg-degan nunggu hasil rekapan nilai semester satu nih. Semoga IPK cumlaude bisa dicapai yha aamiin :')

Wednesday, 15 July 2015

S├ęparatio

Ketika idealisme dan tipikal dikalahkan oleh sesuatu yang kau sebut cinta, saat itulah akhirnya kau dewasa.
Ketika rupa dan harta tak lagi jadi alasanmu untuk mencinta, saat itu lah kau rasakan indah dan kaya.

Aku suka fotografi. Dulu sempat ingin punya pacar yang hobi motret, yang bisa abadikan setiap momenku dan dia dengan apik dalam lembaran film atau sekedar postingan instagram. Tapi kamu, kamu abadikan semua dalam otakku, yang sampai nanti kita berpisah, tetap bisa terputar jelas dalam memori. Yang selalu bisa melempar kebelakang momen kita saat aku pijakkan kaki di sana.

Aku suka jajan dan makan. Dulu sempat ingin punya pacar yang bisa diajak pergi makan dan wisata kuliner kemanapun, kapanpun. Yang bisa menemani aku mencicipi makanan enak dimana saja. Tapi kamu, kamu membuatku merasa angkringan tugu jauh lebih enak dibanding apapun. Kamu membuatku merasakan singkong rebus terasa lebih enak dari roti dan pastry manapun. Asal aku bersamamu.

Dulu, aku ingin punya pacar yang suka nonton film. Yang bisa diajak nonton film terbaru dan membicarakan tentang itu berdua. Tapi kamu, kamu membuatku merasa tengah memainkan peran dalam film paling indah denganmu. Menikmati segala scene kehidupan sampai waktunya nanti tertuliskan kata tamat.

Dulu, aku begitu menilai segala dari fisik dan kelihatannya. Apa yang kulihat, itulah yang terjadi dan ku percaya. Tapi kamu, kamu membuatku sadar bahwa apa yang terlihat belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang terlihat, bisa saja hanya tipuan mata dan materi.

Kamu membuatku jatuh cinta, tanpa alasan. Segala logikaku telah kalah oleh apa yang orang-orang sebut sebagai cinta. Aku mencintaimu tanpa alasan. Aku pun tak punya alasan untuk bisa meninggalkanmu.

Hati-hati di sana. Jaga dirimu baik-baik. Jaga kepercayaan dan hati yang aku titipkan padamu sampai tiba saatnya nanti. Empat tahun bukan waktu yang singkat dan mudah. Tapi bukan berarti mustahil untuk dilalui. Kejar impianmu, beri yang terbaik untuk keluargamu. Senderkanlah penatmu pada fotoku yang akan kau bawa merantau nanti. Biarkan segala berjalan tanpa tuntutan, biarkan takdir Tuhan berjalan pada aliran darahmu dan darahku. Bila harus menyatu, nanti kan menyatu.

Untukmu, seseorang yang kutitipkan cinta ke Semarang

Wednesday, 10 June 2015

Hilang

Ketika niat baikmu tidak diterima secara baik pula, apa yang kamu lakukan?

Pagiku, entah apa yang terjadi padamu, pada kita.
Tak seperti biasanya, ketika aku bisa bercanda denganmu tanpa takut kau tersinggung dengan candaanku.
Kemarin, sungguh, aku sama sekali tak berniat membuatmu kesal atau apapun. Hanya mau menggodamu sesekali, seperti kau biasanya menggodaku dengan canda-candaanmu.

Ada apa denganmu, pagiku? Mengapa begitu mudah kau sebutkan kata itu? Apa aku telah melakukan hal yang pantas untuk membuatmu sampai semarah itu?
Entah kau bosan atau apapun. Tapi aku sedih disini.
Sangat.

Jangan berubah, pagiku. Jangan pernah.
Saat kau berubah, maka duniaku akan kiamat. Sama seperti bumi yang kehilangan paginya, akan terus gelap dan hilang.

Aku kehilangan hidup dalam hidupku, bila kau pergi.

Monday, 4 May 2015

Life

Pernah gak sih kamu, ngerasa hidupmu terlalu palsu. Kamu bisa aja ketawa dengan riang, pergi kesana kemari sama temen-temen, seolah gaada apapun yang terjadi.
Sementara setelah sampai di rumah, saat sendiri, kamu larut lagi dalam sedih.

Pernah gak sih kamu, ketika lagi melamun menyetir motor atau mobil, bicara dengan dirimu sendiri, apasih yang sebenarnya lagi kamu perjuangkan? Untuk siapa? Apa tujuannya?

Pernah gak sih kamu, capek sama hidup. Capek untuk selalu mengabaikan perasaan sendiri dan terlalu takut menyakiti perasaan yang lain. Sementara gak ada satupun yang berusaha mengerti perasaanmu.

Pernah gak sih kamu, ingin punya seorang sahabat. Seorang saja. Yang dia bisa mengerti kamu seutuhnya, yang bisa paham, yang tau apa yang kamu rasa tanpa harus cerita.
Karena terkadang terlalu lelah untuk mengulang sesuatu yang pahit.
Karena kadang kita hanya butuh pelukan dan kata-kata "aku disini".
Karena kadang kita sadar orang-orang hanya penasaran, bukan benar-benar peduli.

Mungkin memang hanya Tuhan yang seutuhnya mengerti.
Yang seutuhnya memeluk dan selalu ada, tanpa diminta.
Yang selalu menerima lagi, sebanyak apapun salah yang telah dibuat.
Yang selalu menyediakan rumah, untuk kita pulang.
Yang selalu menanti, untuk kita kembali.

Friday, 1 May 2015

Untuk Kamu, Rumahku

Jogja, kota ini masih sama. Tak pernah berubah sejak 17 tahun berlalu. Masih ramah dan hangat. Setidaknya untuk orang lain. Tapi bukan untuk aku.
Hangatnya jogja telah pergi sejak dua tahun lalu. Namun sandiwara hidup sudah kuperankan amat baik hingga tak seorangpun tahu, kecuali kamu.
Pun kamu tak memaksaku untuk berbagi, tak akan kuberi sampai saat ini. Aku merasa tak perlu berbagi kesedihan, hanya menambah lukaku, lukamu. Karena ku tahu, kesedihan mudah melandamu bila wanitamu ini merasakannya.
Tapi kau sandaranku. Tak ada lagi. Hanya pundakmu tempat aku kembali. Bajumu adalah delta dari air mataku. Kau adalah rumahku.

"Kenapa mau kuliah di luar kota? Di Jogja kan lebih bagus"
"Kok gak kuliah di Jogja aja?"
Dan pertanyaan-pertanyaan sejenis yang terlontar ketika aku berkata akan merantau.
Kadang aku hanya tersenyum atau tertawa. Menertawakan diri sendiri lebih tepatnya. Hanya kau dan aku yang mengerti alasannya.
Aku pengecut. Namun kau selalu berkata wanita tak ada yang pengecut. Kata-kata yang selalu kuingat, kata-kata yang menjadi anak panah cupid untuk kita berdua.
Tapi aku tetap merasa pengecut. Bagaimana bisa aku pergi, berlari dari masalah. Bagaimana bisa aku kabur, membohongi hatiku sendiri bahwa aku baik-baik saja.

Aku hanya tak ingin gila.

Aku ingin pergi jauh.

Dan kembali ke rumah,
pada saatnya nanti.

Kamu.

Thursday, 30 April 2015

Let's Have Some Vacation!

Haiiiii. Udah lama banget gak nulis disini yaaa. Maklum, anak SMA tahun-tahun terakhir, pasti sibuk nyiapin UNAS sama tes masuk kuliah :')
Jadi gini, sebenernya abis UNAS tuh kita belom bebas-bebas banget. Masih banyak tes buat masuk universitas atau sekolah kedinasan. Masih harus les ini itu biar bisa lolos perguruan tinggi negeri. Termasuk saya juga harus fokus sebenernya.
Tapi karena hiruk pikuk Ujian Nasional yang, yah tau sendiri lah seperti apa, saya dan teman-teman merasa sedikit jenuh. Karena itu kami putuskan untuk touring ke pantai Greweng dan pantai Nglambor di Gunungkidul untuk sejenak melepas penat.

Saya mulai dari pantai Greweng dulu ya.

Pantai Greweng ini terletak di dekat pantai Wediombo dan pantai Jungwok. Terletak di daerah Tepus, Gunungkidul atau bagian tenggara provinsi DIY. Sebelumnya saya masih gak tau gimana medan menuju pantai ini. Teman saya, Yayan, yang mengajak kami kesini. Yasudah, saya pikir pantai ini sama seperti pantai yang lain, mudah dicapai dengan menggunakan mobil atau motor.
Dan ternyata saudara, perkiraan saya salah besar. Disaat kami sudah bergerak menuju pantai Greweng, Yayan nge-line di grup bahwa kami harus traking selama satu jam untuk mencapai pantai ini. Dan setelah sampai di parkiran, jalanlah kita menuju pantai Greweng.
Sebetulnya medan menuju pantai ini hanya berupa sawah dan jalan setapak yang sedikit berlumpur. Tapi karena gak ada persiapan, saya cuma pake sepatu crocs yang jelas-jelas licin kalau kena lumpur. Perjalanan jadi terasa sedikit sulit karena kaki saya kerap tergelincir. Sepanjang perjalanan, kami diapit oleh bukit-bukit karang. Mungkin di zaman dulu, laut mencapai tempat kami berjalan saat itu. Setelah berjalan beberapa lama, kami sampai di sebuah kebun bakau, menandakan bahwa kami sudah dekat dengan pantai. Kami lanjutkan perjalanan dan perlahan terlihat hamparan pasir berwarna putih dengan aliran air payau menyusurinya, mengantarkan kami pada pantai tersembunyi yang masih sangat sepi dan luar biasa indah ini, Pantai Greweng! :D
Capek dan penat langsung hilang setelah sampai disini. Pasir putih dan deburan ombak langsung memanjakan mata kami. Tapi sayang, biarpun pantai ini jarang dikunjungi, masih banyak terdapat sampah di pinggirannya. Yaaah mental orang Indonesia emang begitu kali yaaa. Hehehe.
Sekitar satu jam kami bermain-main di pantai ini, gak lupa juga buat foto-foto dan ngemil dong. Kebersamaan dengan teman-teman juga bikin perjalanan ini terasa menyenangkan.

Ini foto-foto kami di pantai Greweng :

Destinasi selanjutnya yaitu pantai Nglambor. Mungkin beberapa orang Jogja udah pernah denger pantai ini ya. Yap! Pantai snorkeling.
Berbeda dengan pantai Greweng yang pemandangan pantainya amat bagus, pantai Nglambor justru menawarkan keindahan bawah laut. Cukup dengan 50.000 rupiah melalui Bintang Nglambor Snorkeling, kalian udah bisa snorkeling dan dapet foto-foto caem dengan kamera Gopro. Oiya tips buat yang mau kesini, jangan terima kalau ada yang nawarin snorkeling dengan harga 35.000. Walau lebih murah, pelayanan dan hasil fotonya gak sebagus BNS. Mas-masnya ramah-ramah dan asik. Buat yang gabisa renang juga gak perlu khawatir, karena disini disediain jaket pelampung kok. So biarpun ada ombak gede yang dateng, kalian tetap bisa ngapung. Apalagi ada mas-mas petugasnya yang selalu jagain. Hehehe.
Awalnya saya agak khawatir juga, karena jujur saya gak bisa renang. Tapi setelah masuk air dan liat kebawah, wah keren lah pokoknya. Rasa takutnya jadi ilang dan berganti  rasa takjub dan senang. Gak nyesel banget kesini, apalagi gak harus keluar uang banyak, udah bisa snorkeling dan dapet foto-foto keren bareng temen-temen.

Sekitar jam lima kami memutuskan naik ke darat dan mandi lalu bersiap-siap pulang. Oiya kalau disini, pulangnya jangan sore-sore ya. Soalnya kalau malam sama sekali gaada listrik ataupun penerangan. Dan karena udah terlanjur gelap, kami harus pake lampu flash hape untuk menuju ke parkiran.
Sampai di parkiran, lhadalah ternyata motor teman kami mogok. Makin malam deh pulangnya. Karena yang cewek-cewek pada khawatir, apalagi gaada penerangan dan sinyal (semua pantai di Gunungkidul krisis sinyal), akhirnya diputuskan bahwa motornya ditinggal di warung deket pantai. Sekitar jam tujuh kurang lima belas, kami berangkat menuju jogja.

Yah kami para wanita cuma bisa kebingungan nyari sinyal dan pengen cepat-cepat sampai dirumah. Tujuannya cuma satu, buat ngabarin ortu dan siap-siap dimarahin karena pulang kemalaman :')

Nih beberapa foto di pantai Nglambor :