Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Thursday, 20 June 2013

Hari Bersamamu

Sore ini, sambil tersenyum, aku mengingat kembali hari senin "kita". Ya, kita.

Hari itu, pulang sekolah kita pergi bareng ke marko buat ngobrol dan ketemuan. Aku pesan susu cookies medium dan kamu pesan susu pisang large. Ngobrol ngalor ngidul, cerita-cerita tentang kegiatan selama nggak ketemu satu sama lain, sampai akhirnya kamu bicara sama aku mengenai kejadian hari Sabtu.  Kamu ngasih tau dan negur aku tentang sikapku di hari Sabtu yang marah-marah nggak jelas ke kamu dan bikin kamu bingung.

Kamu sama sekali gak marah sama aku, kamu hanya ngasih tau dengan halus, seperti ayah yang menasihati balitanya. Ya, disaat itu, aku merasa bagaikan balita. Diam, cemberut, mendengarkan. Sedangkan kamu, menggenggam tanganku dan memberi pengertian tentang semuanya. Aku benar-benar menjadi balita saat itu, apalagi ketika mengingat hari Sabtu kemarin.

Setelah itu, suasana menjadi kaku. Aku diam dan hanya diam. Akhirnya kamu mengajakku pulang. Aku mengerti, kamu sedih dan kecewa (lagi) sama sikapku hari itu. Tapi sungguh, sebenarnya dalam hati aku meracau mencerca diriku sendiri, menyesali sikapku padamu di hari Sabtu dan juga hari ini.

Jam menunjukkan pukul 13.30. Aku dan kamu sama-sama belum sholat dzuhur. Akhirnya kamu ngajak aku ke masjid di dekat smada buat sholat bareng. Sungguh, melihatmu sedang sujud membuatku jatuh cinta lagi padamu. Aku hanya berandai, seandainya bukan kamu yang bersamaku saat itu, mungkin "dia" yang bersamaku tak mau repot-repot mengantarkanku ke masjid untuk sholat barang sebentar. Seketika aku bersyukur sangat dalam pada Tuhanku.

Selesai sholat, kita berjalan kembali. Di pertigaan boplaz, hujan mulai turun rintik-rintik. Perlahan tapi pasti, hujan semakin deras seiring dengan deru laju motormu yang semakin cepat untuk mengantarku pulang ke rumah. Namun, Tuhan menghendaki warung tegal di pinggir Jalan RW. Monginsidi yang sudah tak terpakai sebagai tempat kita untuk berteduh. Aroma petrichor menyeruak di sela-sela hujan yang semakin lama semakin deras.

Awalnya hangat cenderung panas, suasana khas ketika hujan baru saja turun mengenai aspal panas yang seharian tadi terpanggang sinar matahari. Lama kelamaan, aspal mulai mengalah pada hujan, kalor yang dikandungnya hilang, berganti dengan kesejukan yang cenderung dingin.
Aku melepas tas yang tegantung di punggungku. Memeluknya, membunuh dingin dan menghalangi tempyasan air mengenai seragamku. Lalu tanganmu tiba-tiba meraih pundakku, mendekapnya. Aku menatapmu, lama, hangat, nyaman. Dan seketika kepalaku rebah di pundakmu.

Nyaman, hanya kata itu yang sanggup menggambarkan perasaanku saat itu. Dan seketika kekakuan di antara kita hilang, ikut terbawa arus air hujan yang menjauh pergi dari tempat kita berdiri. Aku menatapmu, tersenyum, lalu tertawa. Kita berbincang lagi sehangat dulu. Tak perduli seberapa dingin udara di sekitar kita, aku tak lagi merasakannya. Hanya demi melihat tawa di wajahmu, jantungku berdetak begitu kencang, seperti pertama aku jatuh cinta padamu.

Perlahan hujan berhenti, berganti dengan matahari yang bersinar malu-malu dibalik awan. Kita kembali menuju rumahku. Sungguh, perjalanan ini begitu menyenangkan, karena tawamu terdengar begitu renyah di depanku.

Dalam hati aku berharap, hujan akan turun lagi setelah kita sampai dirumahku...

Sampai di rumahku, kamu duduk di teras. Aku masuk untuk mengganti bajuku yang basah karena terciprat air di perjalanan tadi. Setelah itu aku keluar dan membawa serta gitar yang biasanya menemaniku ketika sedang jenuh dan memberikannya padamu. Aku duduk di sampingmu, mengamatimu mendentingkan nada-nada indah dari senar gitarku. Perlahan aku bernyanyi, kau pun juga. Sungguh saat itu aku amat bahagia. Melihatmu tertawa karena nada yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, melihatmu tertawa karena salah petik dan semuanya yang kulihat padamu, membuatku jatuh cinta padamu....

Lagi....

Sunday, 1 July 2012

SMP Story Part 3

salam blogger! *bersihin debu di blog sendiri*
udah lama banget ya gak mosting di sini. yaah semua mulai berubah sejak negara UNAS menyerang :'(
tapi, sekarang.... sekarang aku....
sekarang aku.... udah LULUS!!!
akhirnya bakal ngerasain yang namanya duduk di bangku sekolah menengah atas alias SMA :')
kemarin tanggal 27 Juni 2012, aku di wisuda. otomatis juga aku udah resmi jadi mantan anak SMP.
sedih banget sih harus ninggalin sekolah dan temen-temen yang udah 3 tahun jadi keluarga.
but, life must go on. kita gak bisa stuck terus di "zona nyaman" kan? :)
ini bukan akhir, tapi awal dari perjuangan buat nuntut ilmu.
dan kemungkinan besar, waktu buat main internet bakal lebih sedikit lagi.
yaah, SMA nanti aku mau coba buat dapet jalur undangan. buat ngurangin beban ortu :)
yaaah doain aja yaa semuaaa :3

ohiya, mau ceritain sedikit soal SMP akuh :')
SMP Negeri 6 Yogyakarta....

SMP 6 ato yang lebih sering dibilang satriatama adalah sekolah di pojok jalan RW Monginsidi, Yogyakarta.
sekolah ini berdiri sejak tanggal 1 Agustus 1960. itu berarti umurnya udah mau 52 tahun...
sekolah ini termasuk sekolah favorit, biarpun gak favorit favorit banget sih :/
yang jelas, aku gak pernah nyesel pernah sekolah di sini. sekolah ini bener-bener WOW *oke ini lebay*
sekolah ini jadi saksi bisu transformasi beratus-ratus siswa, termasuk aku.
sekolah ini ninggalin kenangan yang indaaaah banget. disini aku ketemu sama sahabat-sahabat aku yang gak bisa digantiin sama apapun. disini aku belajar, gak cuma belajar pelajaran akademik, tapi juga pelajaran moral dan pengalaman.
sekolah ini ngajarin aku apa arti pertemanan, apa arti persahabatan. guru-gurunya juga asik-asik, walau ada beberapa yang sedikit nggak cocok sama aku u,u
satriatama tuh bangunan lama. jadi termasuk cagar budaya juga.
dan karena bangunan lama, otomatis kesan angkernya kerasa juga.
tapi over all, satriatama itu sekolah terbaik yang pernah aku tau. biarpun anaknya bandel-bandel dan suka iseng, tapi itu semua bakal jadi kenangan manis yang gak pernah aku lupain.

besok aku mulai pendaftaran SMA, sekolah baru, teman baru, kehidupan baru.
Satriatama dan segala kenangannya bakal aku simpen sebagai arsip pribadi yang gak akan hilang dari otak.
intinya, meninggalkan sekolah lama itu berat. tapi kita gak bisa terus-terusan di situ. kita harus berani lihat ke luar, ninggalin zona nyaman dan nyari pengalaman baru biar hidup kita lebih baik lagi tanpa harus melupakan kenangan dari sekolah lama.

akhir kata, selamat tinggal SMP.... selamat datang SMA :)