Thursday, 9 June 2016

Lirik Lagu HiVi - Pelangi

Halo guys. Udah lama gak ngeblog nih. Jadi sekarang aku mau posting lirik lagu dari suatu band yang baru aja konser di acara kampusku yaitu Dental Project 2016 tanggal 4 Juni 2016 kemarin.

HiVi! ini baru aja ngeluarin single yang judulnya Pelangi. Kayaknya sih ini single pertamanya mereka setelah personil sebelumnya yaitu Dea hengkang dari HiVi!. Nah lagu ini full dinyanyiin oleh personil barunya yaitu Neida. Menurutku sih lagu ini sekalian buat ngenalin Neida ke orang-orang biar pada terbiasa gitu.

Yuk langsung aja ke lirik lagu Pelangi - HiVi!


Pelangi - HiVi!

Ku ingin cinta hadir untuk slamanya
Bukan hanyalah untuk sementara
Menyapa dan hilang
Terbit tenggelam bagai pelangi
Yang indahnya hanya sesaat
Tuk kulihat dia mewarnai hari

*Tetaplah engkau disini
Jangan datang lalu kau pergi
Jangan anggap hatiku
Jadi tempat persinggahanmu
Untuk cinta sesaat

Mengapa ku tak bisa jadi
Cinta yang takkan pernah terganti
Ku hanya menjadi cinta yang takkan terjadi
Lalu mengapa kau masih disini
Memperpanjang harapan

* Tetaplah engkau disini
Jangan datang lalu kau pergi
Jangan anggap hatiku
Jadi tempat persinggahanmu
Untuk cinta sesaat

Kau bagai kapal yang terus melaju
Diluasnya ombak samudera biru
Namun sayangnya kau tak pilih aku
Jadi pelabuhanmu

* Tetaplah engkau disini
Jangan datang lalu kau pergi
Jangan anggap hatiku
Jadi tempat persinggahanmu
Bila tak ingin disini
Jangan terlalu lama lagi
Biarkanlah hatiku
Mencari cinta sejati
Wahai cintaku
Wahai cinta sesaat

Video HiVi! - Pelangi : https://youtu.be/bBjENsfyvFs

Sunday, 24 April 2016

Rumah yang Merindu

Berkali kali aku sanggah sendiri apa yang aku rasakan. Tapi berkali-kali pula perasaan yang sama semakin mengakar, menancap semakin dalam, menyebar virus-virus overthinking yang membuatku semakin ragu pada kita.

Inikah yang harus kubayar? Semahal inikah harga kesalahan yang aku perbuat, sayang? Haruskah aku sampai kehilangan kamu? Haruskah sampai seperti ini? Haruskah namaku sampai hilang dari kehidupan dan hatimu?

Cinta kita tidak pernah sesakit ini, sayang. Tidak pernah sesakit saat aku sadari antara kita mulai terbentang jarak yang amat lebar. Tidak sesakit ketika aku kehilangan aku dalam pancaran matamu. Tidak sesakit saat aku semakin merasa perpisahan kita itu nyata adanya.

Tolong bangunkan aku. Sadarkan aku bahwa ini hanya sekedar mimpi setelah lama aku tertidur. Ijinkan aku memutar waktu hanya untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Sama seperti dulu. Aku tidak ingin tidur lagi, bila disetiap tidurku, harus bermimpi seperti ini.

Apakah kita harus sama seperti mereka? Yang berpisah setelah sekian lama bersama? Yang harus menyerah pada jarak dan aktivitas, atau mungkin menyerah pada cinta yang semakin lama semakin hilang. Tolong, kembalikan sinar matamu yang dulu lagi, yang penuh cinta saat menatap aku.

Aku rindu. Aku rindu kamu yang dulu.

Dulu aku pernah mengejek mereka yang galau karena cintanya yang berubah. Terlalu sombong aku mengatakan bahwa hal itu tidak akan kita rasakan. Sekarang aku merasakan yang sama. Merasakan cintaku berubah semakin jauh dariku. Karma itu memang nyata adanya, ya?

Tolong cintai aku seperti dulu. Cintai aku lagi dengan cara yang dahulu. Tolong yakinkan aku bahwa ini hanyalah harga yang harus kubayar atas segala kesalahanku. Bukan hutang yang terbiarkan tak terbayar, dan sang empunya pergi tanpa menagih. Biarkan aku hanya membayar semuanya, setelah itu, aku mohon, kembalilah padaku seperti dulu.

Kembalilah kerumahmu, sayang.

Karena terkadang, bukan hanya perantau yang merindukan rumah. Tapi rumah juga bisa merindukan sang perantau.


Yogyakarta, 24 April 2016

Thursday, 31 December 2015

Enam Bulan Pertama...

Hellooo, ini udah hari terakhir di tahun 2015 ya. Gak kerasa banget.
Gak kerasa juga, semester satu berhasil aku lewatin walaupun banyak banget penyesuaian di tempat menimba ilmuku yang baru ini.
Rasanya sih antara seneng tapi sedih juga. Seneng soalnya bisa gitu ternyata melewati dan menjalani hari-hari di FKG sampe setengah tahun. Semoga ae betah sampe ntar jadi dokter gigi ya. doain :')
Seneng juga karena semester satu berhasil aku lewatin dengan baik, seenggaknya menurut diriku sendiri sih.
Aku ngerasa antara SMA dan kuliah itu beda banget gaes. Dulu ya, waktu SMA tuh mau ujian gak belajar atau gak niat belajar aja masih bisa dapet nilai yang seenggaknya pas rata-rata kelas lah. Lah setelah kuliah, aku ngerasa semuanya beda banget. Kamu sama sekali gak bisa survive di sini kalau kamu gak mau susah-susah belajar setiap hari (walaupun aku juga gak belajar tiap hari sih :p)
Tapi yang jelas ya, kalo kamu sampe gak belajar sebelum ujian atau pretest, siap-siap aja inhal atau remidi atau yang paling parah ya ngulang matkul :')
It's okey sih, dengan term orang-orangnya yang kayak gini, bikin aku lebih termotivasi lagi buat rajin belajar. Mungkin karena temen-temenku kebanyakan anak-anak rantau dan mereka pasti udah punya tujuan hidup yang jelas gitu lah disini mau ngapain. Jadinya mereka lebih gencer belajarnya.
Kadang kalo ngeliat temen-temenku yang ngekos gitu, jadi pengen ngekos juga tauuu u.u
Kayaknya asik gitu lho bisa ngatur keuangan sendiri, bisa mandiri gitu. Istilahnya kalo kayak aku gini kan belom kepepet gitu. Duit abis, ya tinggal minta lagi sama ortu. Mau makan aja masih dimasakin sama bunda gaes :')
Tapi yaudahlah, kadang kasian juga kalo ngeliat temen-temen kampus pada homesick, kangen masakan mamanya, kangen suasana rumahnya sampe nangis-nangis gitu bikin aku ngerasa bersyukur juga. Yah setiap orang kan punya jalan masing-masing yaaaa. Jadi syukuri saja.
Terus nih, aku juga seneng soalnya di semester dua bakal ketemu sama praktikum TKG huehehehe. Jadi berasa mahasiswa FKG beneran gitu lho kalo udah bawa alat-alat lab gigi ke kampus :')

Tapi sedihnya, aku ngerasa belum maksimal menjalani semester satu-ku disini. Rasa males itu masih sering banget dateng, dan kalo udah gitu aku jadi gak semangat belajar. Belom lagi godaan hape nganggur kalo lagi belajar, pasti bikin pengen buka dan akhirnya malah gak jadi belajar :'(
Terus, aku juga kadang sering bolos kalo misal dosen matkul tersebut gak memasukkan presensi sebagai standar penilaian. Nah kan masih score oriented banget :(
Ini nih yang pengen aku rubah di semester-semester selanjutnya. Mumpung belum terlambat, mumpung masih tahun pertama. Ndak nanti nyesel kalo berubahnya pas udah semester akhir-akhir :')
Aku pengen perjuanganku disini bukan sekedar nyari nilai dan IPK aja, tapi lebih ke nyari ilmu dan penerapannya nanti. Soalnya percuma, kalo IPK tinggi tapi disuruh ngadepin pasien gakuku ganana. Ntar dikira jadi dokter gigi pake ijazah palsu kan repot :')

Lah maap ya malah jadi ngelantur gini ngomongnya. Nah sekarang aku lagi deg-degan nunggu hasil rekapan nilai semester satu nih. Semoga IPK cumlaude bisa dicapai yha aamiin :')

Wednesday, 15 July 2015

Séparatio

Ketika idealisme dan tipikal dikalahkan oleh sesuatu yang kau sebut cinta, saat itulah akhirnya kau dewasa.
Ketika rupa dan harta tak lagi jadi alasanmu untuk mencinta, saat itu lah kau rasakan indah dan kaya.

Aku suka fotografi. Dulu sempat ingin punya pacar yang hobi motret, yang bisa abadikan setiap momenku dan dia dengan apik dalam lembaran film atau sekedar postingan instagram. Tapi kamu, kamu abadikan semua dalam otakku, yang sampai nanti kita berpisah, tetap bisa terputar jelas dalam memori. Yang selalu bisa melempar kebelakang momen kita saat aku pijakkan kaki di sana.

Aku suka jajan dan makan. Dulu sempat ingin punya pacar yang bisa diajak pergi makan dan wisata kuliner kemanapun, kapanpun. Yang bisa menemani aku mencicipi makanan enak dimana saja. Tapi kamu, kamu membuatku merasa angkringan tugu jauh lebih enak dibanding apapun. Kamu membuatku merasakan singkong rebus terasa lebih enak dari roti dan pastry manapun. Asal aku bersamamu.

Dulu, aku ingin punya pacar yang suka nonton film. Yang bisa diajak nonton film terbaru dan membicarakan tentang itu berdua. Tapi kamu, kamu membuatku merasa tengah memainkan peran dalam film paling indah denganmu. Menikmati segala scene kehidupan sampai waktunya nanti tertuliskan kata tamat.

Dulu, aku begitu menilai segala dari fisik dan kelihatannya. Apa yang kulihat, itulah yang terjadi dan ku percaya. Tapi kamu, kamu membuatku sadar bahwa apa yang terlihat belum tentu sama dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang terlihat, bisa saja hanya tipuan mata dan materi.

Kamu membuatku jatuh cinta, tanpa alasan. Segala logikaku telah kalah oleh apa yang orang-orang sebut sebagai cinta. Aku mencintaimu tanpa alasan. Aku pun tak punya alasan untuk bisa meninggalkanmu.

Hati-hati di sana. Jaga dirimu baik-baik. Jaga kepercayaan dan hati yang aku titipkan padamu sampai tiba saatnya nanti. Empat tahun bukan waktu yang singkat dan mudah. Tapi bukan berarti mustahil untuk dilalui. Kejar impianmu, beri yang terbaik untuk keluargamu. Senderkanlah penatmu pada fotoku yang akan kau bawa merantau nanti. Biarkan segala berjalan tanpa tuntutan, biarkan takdir Tuhan berjalan pada aliran darahmu dan darahku. Bila harus menyatu, nanti kan menyatu.

Untukmu, seseorang yang kutitipkan cinta ke Semarang

Wednesday, 10 June 2015

Hilang

Ketika niat baikmu tidak diterima secara baik pula, apa yang kamu lakukan?

Pagiku, entah apa yang terjadi padamu, pada kita.
Tak seperti biasanya, ketika aku bisa bercanda denganmu tanpa takut kau tersinggung dengan candaanku.
Kemarin, sungguh, aku sama sekali tak berniat membuatmu kesal atau apapun. Hanya mau menggodamu sesekali, seperti kau biasanya menggodaku dengan canda-candaanmu.

Ada apa denganmu, pagiku? Mengapa begitu mudah kau sebutkan kata itu? Apa aku telah melakukan hal yang pantas untuk membuatmu sampai semarah itu?
Entah kau bosan atau apapun. Tapi aku sedih disini.
Sangat.

Jangan berubah, pagiku. Jangan pernah.
Saat kau berubah, maka duniaku akan kiamat. Sama seperti bumi yang kehilangan paginya, akan terus gelap dan hilang.

Aku kehilangan hidup dalam hidupku, bila kau pergi.